This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Navigasi Darat. Show all posts
Showing posts with label Navigasi Darat. Show all posts

Friday, 26 December 2014

Definisi Big Sinkholes (Runtuhan)

Sinkholes asal kata dari gua runtuhan atau lubang runtuhan . gua ini terlahir (manusia kapan) oleh beberapa penyebab tertentu seperti :
1. Erosi,
2. Penhapusan bertahap sedikit larut batuan dasar (seperti kapur) oleh meresap air,
3. Runtuhnya atap gua,
4. Menurunkan dari tabel air.

Sinkholes tidak memiliki ukuran tertentu. Mulai dari kurang dari 1 meter sampai ratusan kilometer dalam diameter yang kedalamannya juga berpariasi. didalam pembentukan guaa runtuhan ini terjadi ntah berapa tahun dan berapa abad lamanya bahkan ada sinkholes yang terbentuk secara tba-tiba dan gua ini masih banyak ditemukan dan masih banyak pula yang tidak ditemukan oleh banyak orang di dunia ini.

Sinkholes sering terjadi di tempat-tempat berkapur yang biasa menamping banyak air di aquifer, yaitu lapisan tempat air dapat mengalir di bawah tanah.

Monday, 2 June 2014

Pelaksanaan Prosedur Radio Telepon (ex: Handy Talky)

mungkin kali ini, saat ini, masa ini, apa kita masih engenal yang namanya Handy Talky (HT). tapi dikampung saya saya punya om yang mempunya HT dan bahkan masih mempunyai Handy yang besar yang memiliki antena besar dan panjang.

Untuk itu kali ini saya menshare cara penggunaan HT yang biasanya di gunakan oleh BASARNAS bahkan biasa digunakan oleh tim SAR. ini juga dapat berguna untuk pcinta alam yang ingin memakai HT dan identitasnya tidak mau diketahui oleh orang lain.

untuk materi silahkan kita liat materi dibawah....

Jika ingin download file lengkapnya silangkan open this......

Silahkan klick link dibawah untuk mendowload dokumen diatas....

Thursday, 1 May 2014

IKIT ( Irama ) dan Cara Mengeja dalam Abjad Phonetik



  • Secara Umum 


a. Dalam proses kirim terima berita menggunakan radio harus dijamin kelancaran pembicaraan agar berita yang dikirim/diterima dapat sesuai dengan maksud isi berita, sehingga cara berbicara harus diatur untuk mempermudah pengiriman dan penerimaan berita.  

b. Dalam mengirim / menerima kata-kata yang sulit (kata asing dan singkatan tertentu), mudah terjadi kesalahan sehingga untuk menghindari hal tersebut perlu adanya pengejaan huruf-huruf dari kata atau singkatan yang akan dikirimkan.  Pengejaan kata-kata sulit / asing dan singkatan tertentu dikecualikan terhadap nama panggilan, samaran dan isi suatu berita rahasia atau untuk singkatan yang mengandung pengertian tertentu dan yang dirahasiakan.


  • Istilah IKIT


IKIT. Istilah IKIT merupakan kepanjangan dari Irama, Kecepatan, Isi suara dan Tinggi nada yang mengandung pengertian sebagai berikut :

1.   I r a m a. Bagilah kalimat agar mudah diterima untuk menghindari kesalahan tafsir.
Misalnya :
Isi Berita : “ Korban  yang telah ditemukan dirawat jangan dibiarkan.
Ucapan yang benar   “ Korban  yang telah ditemukan ...........  dirawat  ..........  jangan dibiarkan.

Ucapan yang salah   “  Korban  yang telah ditemukan dirawat jangan, ..............   dibiarkan.

2.  Kecepatan. Berbicara pada kecepatan yang memadai,  sehingga jelas didengar dan cukup waktu untuk mencatatnya.

3.  Isi Suara . Lebih kuat sedikit dari percakapan biasa,  tetapi jangan berteriak.

4. Tinggi Nada.   Nada yang tinggi lebih jelas didengar.



  • Cara Mengeja

Cara pengejaan perkataan atau rangkaian kata-kata :

a. Baca perkataan yang akan dieja secara lengkap.
b. Ucapkan istilah singkatan / kata asing dengan “SAYA EJA”.
c. Mulai dengan pengejaan yang dimaksud, selanjutnya
e. Baca perkataan yang dimaksud sekali lagi
f. Lanjutkan pengiriman berita.

Contoh-contoh Pengejaan  :

1) Perkataan yang sulit mengucapkannya
.......... SEIN .......... DST

Caranya : “ ....... SEIN saya eja huruf-huruf SOLO ENDEH IRIAN NAMLEA .....  dibaca SEIN ..... “.

2) Kelompok campuran Huruf dan Angka.

........... 31 AB 7/II ..... dst.

Caranya :

“ ...... Angka-angka TIGA SATU Huruf-huruf  AMBON BANDUNG angka-angka TUJUH Tanda GARIS MIRING angka-angka ROMAWI DUA ...... “



  • Kata Prosedur
Kata kirim terima berita meliputi :

a. Disini. Digunakan oleh Stasiun Pemanggil sebelum menyatakan nama stasiunnya.

b. Ganti. Pernyataan telah selesai berbicara dan menunggu jawaban.

c. Habis. Pernyataan telah selesai berbicara dan tidak menunggu jawaban.

d. Randu. Pernyataan telah menerima dengan baik.

e. Ulangi. Pernyataan dan penerima berita untuk mengulangi berita yang dikirim oleh pengirim berita.

f. Saya ulangi. Pernyataan dari pengirim berita utntuk mengulangi seluruh berita sesuai permintaan “ULANGI” dari penerima berita.



Jika ingin download file lengkapnya silangkan open this......

Silahkan klick link dibawah untuk mendowload dokumen diatas....

Download


selamat meningkmati sajian downloadnya......
nanti lanjut lagi postognngnya.......

Saturday, 19 April 2014

Apa itu Abjad Phonetik ???

Abjad Phonetik
     Pada Umumnya Abjad Phonetik digunakan untuk kepentingan komunikasi tingkat Nasional, sedangkan abjad phonetik internasional berlaku bagi kepentingan komunikasi internasional dan digunakan di seluruh dunia.

Abjad Phonetik Nasional         =          Ambon              N         =          NamleaB          =          Bandung           O         =          OpakC         =          Cepu                  P          =          PatiD         =          Demak              Q         =          QuebecE          =          Endeh               R          =          RembangF          =          Flores               S          =          SoloG         =          Garut                T          =          TimorH         =          Halong             U         =          UjungI           =          Irian                 V         =          VictorJ           =          Jepara              W        =          WilisK         =          Kendal             X         =          ExtraL          =          Lombok           Y         =          YaniM         =          Medan             Z          =          Zainal

     Alfabet fonetik NATO adalah huruf fonetik atau huruf ejaan NATO yang banyak dipakai dalam dunia radio-telefoni secara internasional (seperti halnya, ORARI di Indonesia). Huruf pengeja ini dipergunakan untuk komunikasi suara baik lewat radiomaupun telepon oleh semua bangsa di dunia untuk menghindari salah ejaan dalam mendikte suatu suku-kata (terutama jika kata itu bermakna kritis dan sangat penting).Alfabet fonetik NATO ini juga banyak dipergunakan oleh pegawai agen perjalanan dalam mendikte kode booking dari sebuah tiket pesawat untuk seorang penumpang yang membeli tiket di agen perjalanan tersebut.

Berikut kata (dalam bahasa Inggris) yang mewakili tiap huruf dalam abjad Latin:
I . Abjad Phonetik Internasional.

H u r u f Ucapan

A = Alfa Al-fah
B = Bravo Brah-voh
C = Charlie Char-lie atau Shar-lie
D = Delta Dell- tah
E = Echo Eck-oh
F = Foxtrot Foks-trot
G = Golf Golf
H = Hotel Hoh-tell
I = India In-dee-ah
J = Juliett Jew-lee-ett
K = Kilo Key-Loh
L = Lima Lee-mah
M = Mike Mike
N = November No-vem-ber
O = Oscar Oss-car
P = Papa Pah-pah
Q = Quebec Keh-beck
R = Romeo Row-me-oh
S = Siera See-air-rah
T = Tanggo Tang-go
U = Uniform You-nee-form/oe-nee-form
V = Victor Vik-tah
W = Wheskey Wiss-key
X = X-Ray Ecks-Ray
Y = Yankee Yang-Key
Z = Zulu Zoo-loo

II. Angka-angka.

  • Angka-angka Indonesia.

0 = Dieja dengan ucapan Nol.

1 = Dieja dengan ucapan Satu.

2 = Dieja dengan ucapan Dua.

3 = Dieja dengan ucapan Tiga.

4 = Dieja dengan ucapan Empat

5 = Dieja dengan ucapan Lima.

6 = Dieja dengan ucapan Enam.

7 = Dieja dengan ucapan Tujuh.

8 = Dieja dengan ucapan Delapan.

9 = Dieja dengan ucapan Sembilan.

  • Angka-angka Internasional.

Angka Ucapan


0 = Nada Zero Nah-Dah-Zay-Roh

1 = Una One        Oe-Nah-Wun

2 = Bisse Too Bee-Seh-Too

3 = Tree-Tree         Tay-Ray-Tree

4 = Katte Four Kay-Tay-Four

5 = Pana Five         Pan-Nah-Five

6 = Sixe Six         Seek-Sek-Six

7 = Seven Sette Say-Tay-Seven

8 = Okto Eight Ok-Toh-Ait

9 = Nove Nine Novay-Niner

0 = Decimal         Day-See-Mal



Foto yang lebih mudah di liat....




Jika ingin download file lengkapnya silangkan open this......

Silahkan klick link dibawah untuk mendowload dokumen diatas....

Download


selamat meningkmati sajian downloadnya......
nanti lanjut lagi postognngnya.......

Wednesday, 9 April 2014

Materi Komunikasi

Materi Komunikasi SAR

Materi komunikasi ini dalam dilakukan oleh bergbagai orang dan waktu, bahkan secara tidak langsung kita sudah melakukan komunikasi disetiap harinya. Bahkan anak2 pun biasa melakukan komunikasi....


Akan tetapi ada beberapa orang yang melakukan komunikasi tampa kita paham apa maksudnya. karena meraka memakai sejenis kode rahasia.....

Nah, sekarang waktunya kita untuk melakukannya apabila kita ingin melakukan/meberi informasi yang rahasia.....


ini Materi yang biasa di pakai oleh tim SAR



Materi Khusus


1.  U m u m .  Kirim terima berita melaluli sarana komunikasi (radio) adalah salah satu cara komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau berita dalam bentuk kata-kata yang diucapkan.    


2.  Maksud dan Tujuan.
a.  Maksud.         Untuk memberikan penjelasan tentang prosedur kirim terima berita.

b.  Tujuan.         Sebagai pedoman bagi peserta pelatihan SAR dalam melaksanakan komunikasi untuk mempermudah koordinasi di lapangan/medan.


3.   Ruang Lingkup dan Tata Urut.       Penyusunan naskah ini dibatasi pada prosedur kirim terima berita dengan radio yang harus dimengerti oleh peserta pelatihan SAR sehingga dapat melaksanakan komunikasi dengan baik dan disusun dengan tata urut sebagai berikut : 
  • Pendahuluan.
  • Abjad Phonetik.
  • IKIT dan Cara Mengeja.
  • Tanda dan Kata Prosedur.
  • Penutup.


Jika ingin download file lengkapnya silangkan open this......

Silahkan klick link dibawah untuk mendowload dokumen diatas....

Download


selamat meningkmati sajian downloadnya......
nanti lanjut lagi postognngnya.......

Thursday, 12 September 2013

Kompas Analog Dan Kompas Digital


Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu dan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.


Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Di abad kesembilan, orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal.


Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati.


Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke arah barat laut.


Berikut ini adalah arah mata angin yang dapat ditentukan kompas.


    Utara / North (disingkat U atau N)

    Barat / West (disingkat B atau W)
    Timur / East (disingkat T atau E)
    Selatan / South (disingkat S)
    Barat laut (antara barat dan utara, disingkat NW)
    Timur laut (antara timur dan utara, disingkat NE)
    Barat daya (antara barat dan selatan, disingkat SW)
    Tenggara (antara timur dan selatan, disingkat SE)

Jenis kompas


Kompas dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kompas analog dan kompas digital. 


1. Kompas analog


Kompas analog adalah kompas yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja kompas yang dipakai ketika kegiatan pendakian. Sedangkan kompas digital merupakan kompas yang telah menggunakan proses digitalisasi. Dengan kata lain cara kerja kompas ini menggunakan komputerisasi. 


2. Kompas digital


Diciptakannya kompas digital bertujuan untuk melengkapi kebutuhan robotika yang semakin canggih. Dunia robotika ini sangat membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien. Sementara itu alat sistem navigasi yang tersedia di pasaran harganya mahal. Sedangkan kompas sendiri merupakan sebuah alat sistem navigasi yang efektif dengan harga lebih murah. oleh karena itu kompas digital diharapkan bisa mensubstitusi alat sistem navigasi pada robot.


Kompas-kompas digital yang ada di pasaran banyak macamnya. Di antaranya yaitu CMPS03 Magnetic Compass buatan Devantech Ltd. CMPS03 yang berukuran 4 x 4 cm ini menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51 yang cukup sensitif untuk mendeteksi medan magnet bumi. Kompas digital ini cukup supplai tegangan sebesar 5 Vdc dengan konsumsi arus 15mA. Pada CMPS03, arah mata angin dibagi dalam bentuk derajat yaitu : Utara (0), Timur (90), Selatan (180) dan Barat (270).


Ada dua cara untuk menperoleh informasi arah dari kompas digital ini yaitu dengan membaca sinyal PWM (Pulse Width Modulation) pada pin 4 atau dengan membaca data interface I2C pada pin 2 dan 3. Sinyal PWM adalah sebuah sinyal yang telah dimodulasi lebar pulsanya. Pada CMPS03, lebar pulsa positif merepresentasikan sudut arah. Lebar pulsa bervariasi antara 1mS (00) sampai 36.99mS (359.90). Dengan kata lain lebar pulsa berubah sebesar 100uS setiap derajatnya. Sinyal akan low selama 65mS di antara pulsa, sehingga total periodanya adalah 65mS + lebar pulsa positif (antara 66mS sampai 102mS). Pulsa tersebut dihasilkan oleh timer 16 bit di dalam prosesornya, yang memberikan resolusi 1uS.


Selain PWM, CMPS03 juga dilengkapi dengan interface I2C yang dapat digunakan untuk membaca data arah dalam bentuk data serial. Pada mode 8 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 255 dengan resolusi 1,40625 derajat/bit. Pada mode 16 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 65535 sehingga resolusinya menjadi 0,0055 derajat/bit.


Dari berbagai macam kompas digital di atas dapat diketahui bahwa kompas digital CMPS03 merupakan kompas digital yang paling bagus. Walaupun kompas ini paling bagus karena gambarannya bisa ditampilkan dalam layar LCD karakter, namun kompas ini tidak bisa digunakan oleh semua jenis robot. Hal ini dikarenakan setiap robot mempunyai kebutuhan atas sistem navigasi berupa kompas digital yang beda antar robot satu dengan robot lainnya. Ada kemungkinan jenis robot A membutuhkan kompas digital jenis B, dan ada kemungkinan bahwa kompas satu tidak bisa tersubstitusikan oleh kompas lainnya.

Tuesday, 10 September 2013

14 Teknik mencari arah Utara

Kali ini saya akan menunjukan teknik-teknik menentukan arah utara, teknik ini sangat penting dalam navigasi, Berikut cara-caranya:
1.Dengan melihat tumbuhan 'lumut; yang selalunya akan tumbuh atau tebal di bahagian dibahagian utara (kurang cahaya) pada sebelah pokok atau batu. Ia akan tumbuh dengan segar diarah itu.
2.Dengan melihat sarang labah-labah (spider). Dimana sarang akan selalunya dibina ke sebelah arah selatan pokok. Jadi tahulah arah utara.
3.Dengan menggunakan jam tangan anda. Caranya seperti berikut:




a. Pegang jam tangan di dihadapan badan anda dan pastikan jarum pendek jam menghala ke arah matahari. Daripada angka pukul 12:00 ke jarum pendek, bahagi kepada dua bahagian (seperti garisan oren dalam rajah di atas).


b. Jikalau waktu itu sebelum jam 6 pagi atau selepas 6 petang, bayangkan satu garisan di jam anda contoh seperti garisan oren dalam gambar, itulah menunjuk ke arah utara. Waktu dalam gambar di atas ialah 1:25petang, maka garisan oren menunjukkan arah selatan.


c. Jika anda memakai jam tangan digital, lukiskan jam dalam sekeping kertas, dan ikut cara yang ditunjukkan seperti rajah di atas.




Pehatian untuk semua, cara di atas ini hanya sesuai untuk kawasan hemisfera utara sahaja. Untuk hemisfera selatan, caranya ialah seperti dalam rajah dibawah.

4.Dengan memggunakan kayu lurus (stick), Pacakan kayu itu secara menegak,dan tandakan dimanakan hujung bayang itu berada, kemudian tunggu 10 hingga 15 minit, kemudian tanda pula pada hujung bayang yang terakhir itu. Buat satu garisan lurus antara dua tanda tersebut dan anda telah dapat arah timur dan barat. Untuk mencari utara letakan kaki kiri anda pada tanda petama yang anda buat (barat), dan kaki kanan anda pada tanda bayang terakhir yang ditanda (timur). Ok sekarang anda menghadap UTARA, lihat ganbar dibawah.


5.Dengan mencari bintang timur (north star-polaris), jika di hamisfera utara carilah bintang ini, Bintang ini dapat dikenali sebagai North star kerana ia yang paling terang bercahaya ' in handdle of little dipper'. jika lihat bintang ini,sekarang anda telah menghadap Utara. Lihat gambar dibawah.




5.Jika di hamisfera selatan, carilah bintang 'southern cross'.Bintang ini terbentuk dengan lima bintang dan empat yang paling terang yang membentuk cross. Yang paling bawah dari empat bintang yang membentuk cross itu ialah arah selatan, dan pasti anda tahu dinama arah utara.





7.Dengan melihat matahari terbit dari timur, dan 180 darjah (belakang anda) adalah arah barat,arah utara pula sebelah kiri anda.




8.Dengan melihat matahari terbenam ke barat, dan 180 darjah (belakang anda) adalah arah Timur,arah utara pula sebelah kanan anda.




9.Dengan melihat pergerakan awan,kebiasaannya ia akan bergerak dari barat ke timur (tidak berlaku disesetengah kawasan)




10.Dengan melihat pergerakan haiwan atau memerhati sarang burung yang lebih cenderung ke arah barat (+/-)




11.Dengan melihat tumbuhan yang menumpang (melilit) perhatikan dipenghujungnya (pucuk) yang lazimnya ke arah barat.




12.Dengan guna kompas jer...cari utara senangkan




13.Dengan menggunakan sistem GPS...carilah utara
14.Dengan mengetahui arah kiblat melalui bintang contoh gambar dibawah caranya carilah bintang rigel dan Bellatrix ia menunjukkan arah utara.



Hanya 14 teknik yang saya berjaya cari dan menulisnya. jika ada lagi teknik mencari arah utara sila taip diruagan komen tu. Sekarang anda semua dah membaca dan faham.Harap dapat sebarkan ilmu ini kepada kawan-kawan dan keluarga. Ia mungkin amat berguna pada masa atau waktu yang kita atau rakan ditimpa musibah dihutan Yang benar dari Allah dan yang salah dari saya, maaf juka ada kesilapan dalam penulisan saya. selamat membaca. 





sekian terima kasih

Tuesday, 24 July 2012

Navigasi Darat

Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.


Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta.Beberapa media dasar navigasi darat adalah 

Peta


Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.


Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :
•Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta 
•Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta 
•Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya 
•Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang
berketinggian sama diatas permukaan laut. 
•Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka). 
•Legenda peta ; adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta. 



Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.


Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.


Koordinat


Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu : 


1.Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) ; Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama 
dengan 30 detik (30"), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60"). 


2.Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) ; Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm). 


Analisa Peta


Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.


1.Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya. 


2.Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. 


Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :
oAntara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan 
oGaris yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah 
oBeda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah 
oDaerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat. 
oBeberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi: 
1.Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya. 
2.Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak 
3.Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat. 
4.Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian 
5.Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian 
6.Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran. 
7.Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk 
8.Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan 


Kompas


Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :


•Badan, tempat komponen lainnya berada 
•Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal. 
•Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin. Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.


Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat


Cttn: saat ini sudah banyak digunakan GPS [global positioning system] dengan tehnologi satelite untuk mengantikan beberapa fungsi kompas.


Orientasi Peta


Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama
puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar.


Langkah-langkah orientasi peta:


1.Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. 
2.Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar 
3.Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya 
4.Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan 
5.Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan. 


Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.


Resection


Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).


Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.Langkah-langkah melakukan resection:
1.Lakukan orientasi peta 
2.Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah 
3.Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2). 
4.Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat. 
5.Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan. 
6.Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta. 


Intersection


Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.


Langkah-langkah melakukan intersection adalah:
1.Lakukan orientasi peta 
2.Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta. 
3.Bidik obyek yang kita amati 
4.Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 
5.Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3 6.Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.




Azimuth - Back Azimuth


Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:


•Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º - 180º = 20º 
•Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º 


Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.


Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth. 
2.Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui. 
3.Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
4.Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth). 5.Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man. Merencanakan Jalur LintasanDalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke suatu gunung, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.


Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.


Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.


Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.


Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.


Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.


1.Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut. 
2.Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya 
3.Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin. 
4.Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya. 
5.Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan. 


Penampang Lintasan


Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.


Beberapa manfaat penampang lintasan :


1.Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan 
2.Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan 
3.Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu 
4.Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. 


Langkah-langkah membuat penampang lintasan:
1.Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus 


2.Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya. 


3.Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir. 
4.Perubahan satu kontur 
diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar. 5.Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.